Aplikasi Eco Cycle: Limbah Sawit Karet Terkelola Lebih Praktis.
Beritajitu.net Selamat datang di blog saya yang penuh informasi terkini. Dalam Konten Ini aku mau berbagi tips mengenai Business, News, Indonesia, Dunia yang bermanfaat. Panduan Seputar Business, News, Indonesia, Dunia Aplikasi Eco Cycle Limbah Sawit Karet Terkelola Lebih Praktis Jangan skip bagian apapun ya baca sampai tuntas.
- 1.1. Jakarta, [Tanggal Hari Ini]
Table of Contents
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) secara resmi meluncurkan aplikasi inovatif bernama Eco Cycle. Aplikasi ini dirancang dengan prinsip circular economy untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, karet, dan tebu.
Peluncuran Eco Cycle, yang berlangsung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pagar Merbau, Sumatera Utara, menandai komitmen PTPN terhadap transformasi industri perkebunan yang lebih hijau dan efisien. Acara ini juga menjadi momentum kolaborasi antar entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyatakan bahwa Eco Cycle adalah bagian penting dari transformasi industri perkebunan menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Aplikasi ini dirancang untuk diimplementasikan di seluruh lingkungan PTPN, termasuk PalmCo (kelapa sawit), SupportingCo (karet), dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) (tebu).
Ugun Untaryo, perwakilan dari Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menekankan bahwa penerapan Eco Cycle akan menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular di PalmCo. Lebih dari sekadar alat pelaporan, Eco Cycle adalah sistem yang mengintegrasikan aspek lingkungan, operasional, dan ekonomi dalam satu platform digital.
Aplikasi ini memungkinkan pemantauan data secara real-time, menciptakan tata kelola limbah yang lebih akuntabel dan terintegrasi. Dengan Eco Cycle, PTPN dapat memantau titik-titik penghasil limbah secara menyeluruh dan menganalisis potensi pemanfaatannya secara langsung.
PTPN IV PalmCo sebelumnya telah meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari KLHK. Eco Cycle diharapkan dapat memperkuat posisi PalmCo dalam aspek ESG (Environmental, Social, Governance), serta mendukung pencapaian Proper Emas dan sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca.
Eco Cycle juga membuka peluang komersialisasi residu kebun dan pabrik, serta mendukung pengembangan energi alternatif. Pemilihan PKS Pagar Merbau sebagai lokasi peluncuran dinilai ideal karena potensi besar kebun ini dalam pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan komersialisasi limbah.
Dengan peluncuran Eco Cycle, PTPN Group menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri berbasis keberlanjutan, sejalan dengan kebijakan nasional menuju ekonomi hijau dan target Net Zero Emission pada 2060.
Sekian penjelasan tentang aplikasi eco cycle limbah sawit karet terkelola lebih praktis yang saya sampaikan melalui business, news, indonesia, dunia Silakan jelajahi sumber lain untuk memperdalam pemahaman Anda selalu bergerak maju dan jaga kesehatan lingkungan. Jika kamu suka Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Terima kasih atas dukungan Anda.
✦ Tanya AI