Bank Kebanjiran Dana Ratusan Triliun, Awas Jadi Bom Waktu!
Beritajitu.net Selamat membaca semoga bermanfaat. Dalam Opini Ini aku ingin berbagi informasi menarik mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia. Artikel Ini Membahas Economy, News, Indonesia, Dunia Bank Kebanjiran Dana Ratusan Triliun Awas Jadi Bom Waktu Yok ikuti terus sampai akhir untuk informasi lengkapnya.
- 1.1. Tabel: Perbandingan Pertumbuhan Kredit
Table of Contents
Jakarta, 12 September 2025 - Ekonom dari CELIOS, Nailul Huda, menyoroti potensi masalah dari kebijakan penarikan dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan oleh Menteri Keuangan. Kebijakan ini, menurutnya, dapat menekan kinerja bank dan menurunkan kepercayaan pasar terhadap efektivitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.
Huda menjelaskan bahwa meskipun BI telah menurunkan suku bunga acuan dari 6% menjadi 5% sejak akhir 2024, penyaluran kredit masih mengalami perlambatan. Hal ini mengindikasikan permintaan pinjaman dari dunia usaha dan masyarakat masih lemah, meskipun bunga kredit telah diturunkan.
Kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR) yang rendah menunjukkan bahwa bank memiliki dana besar, namun kesulitan menyalurkannya sebagai kredit. Jika dana jumbo tersebut sulit disalurkan ke sektor riil, berisiko hanya mengendap di rekening bank dan memperburuk kinerja perbankan.
Pertumbuhan kredit saat ini hanya sekitar 6%, jauh di bawah ekspektasi. Huda juga menyoroti kecurigaan terkait pihak yang akan menerima kucuran dana tersebut. Jika perputaran ekonomi masih lambat, namun ada guyuran uang, dampaknya bisa memicu inflasi, bukan pertumbuhan ekonomi.
Perbankan cenderung mencari cara yang lebih aman jika dana Rp 200 triliun sulit disalurkan ke sektor riil, salah satunya dengan menempatkan dana tersebut dalam bentuk investasi. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM hanya 1,82%, sementara korporasi tumbuh hingga 9,59%, mengindikasikan adanya pesanan dalam penarikan uang dari Bank Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya menyatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar.
Tabel: Perbandingan Pertumbuhan Kredit
| Sektor | Pertumbuhan Kredit |
|---|---|
| UMKM | 1,82% |
| Korporasi | 9,59% |
Masalah utama terletak pada sisi permintaan (demand) dibandingkan dengan penawaran (supply). Penurunan suku bunga acuan belum cukup untuk mendorong peningkatan permintaan kredit.
Itulah rangkuman lengkap mengenai bank kebanjiran dana ratusan triliun awas jadi bom waktu yang saya sajikan dalam economy, news, indonesia, dunia Selamat menggali informasi lebih lanjut tentang tema ini tetap fokus pada tujuan hidup dan jaga kesehatan spiritual. bagikan kepada teman-temanmu. jangan ragu untuk membaca artikel lainnya di bawah ini.
✦ Tanya AI