Demo Membara, Pajak Terancam, Negara Merana.
Beritajitu.net Mudah mudahan kalian sehat dan berbahagia selalu. Dalam Waktu Ini saya ingin berbagi tips dan trik mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia. Diskusi Seputar Economy, News, Indonesia, Dunia Demo Membara Pajak Terancam Negara Merana Simak baik-baik setiap detailnya sampai beres.
- 1.1. lesunya ekonomi
- 2.1. krisis kepercayaan publik
Table of Contents
Jakarta, 16 Oktober 2024 - Ekonom dari CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak demonstrasi yang terjadi belakangan ini terhadap penerimaan pajak negara. Menurutnya, aksi unjuk rasa tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan pajak secara signifikan.
Huda menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi penurunan penerimaan pajak. Pertama, adalah lesunya ekonomi akibat demonstrasi yang berkepanjangan. Kedua, adalah krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi perpajakan.
Melemahnya daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting. Penurunan konsumsi akan berdampak langsung pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dunia usaha yang tertekan akibat demonstrasi akan mempersempit basis pajak yang dapat dipungut oleh pemerintah.
“Penerimaan perpajakan pasti akan berkurang. Dunia usaha yang menurun secara langsung akan mempersempit basis pajak yang bisa dipungut pemerintah,” ujar Huda.
Krisis kepercayaan publik muncul karena masyarakat merasa terbebani oleh pajak, sementara pengelolaan keuangan negara dianggap tidak adil dan transparan. Gelombang demonstrasi yang dipicu oleh ketidakadilan sosial semakin memperburuk sentimen negatif terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Huda juga menyoroti potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan lembaga internasional, yaitu sekitar 4,7 persen. Ia menekankan pentingnya pemulihan stabilitas politik dan keamanan untuk mencapai proyeksi optimistis pemerintah.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan sempat membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Jakarta pada tanggal 2 Agustus 2025, dengan alasan situasi yang kurang kondusif. Namun, mereka menegaskan bahwa demonstrasi akan tetap digelar di waktu yang tepat untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan masyarakat.
Tabel: Perbandingan Pelaporan SPT Tahunan
| Tahun | Tanggal | Peningkatan |
|---|---|---|
| 2019 | 9 Maret | - |
| 2020 | 9 Maret | 34% |
Huda menambahkan bahwa lesunya ekonomi memaksa banyak perusahaan untuk menahan produksi, mengurangi jam kerja, dan bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini menekan omzet dan laba perusahaan, yang secara otomatis akan menurunkan setoran pajak.
Begitulah uraian lengkap demo membara pajak terancam negara merana yang telah saya sampaikan melalui economy, news, indonesia, dunia Selamat menggali informasi lebih lanjut tentang tema ini selalu berinovasi dalam pembelajaran dan jaga kesehatan kognitif. Sebarkan manfaat ini kepada orang-orang terdekat. semoga artikel lainnya menarik untuk Anda. Terima kasih.
✦ Tanya AI