• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Eksploitasi Sirkus OCI: Empat Fakta Kelam di Balik Layar.

img

Beritajitu.net Selamat membaca semoga bermanfaat. Dalam Konten Ini aku mau menjelaskan berbagai manfaat dari News, Indonesia. Artikel Ini Membahas News, Indonesia Eksploitasi Sirkus OCI Empat Fakta Kelam di Balik Layar lanjut sampai selesai.

    Table of Contents

Kasus dugaan eksploitasi dan kekerasan yang dialami mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) kembali mencuat, memicu perhatian publik dan pemerintah. Para mantan pemain sirkus tersebut melaporkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi sejak tahun 1970-an, termasuk kekerasan fisik, kondisi kerja yang tidak manusiawi, dan pemisahan dari keluarga.

Menanggapi tuduhan tersebut, Pendiri OCI, Tony Sumampau, membantah adanya penyiksaan dan eksploitasi. Ia mengklaim bahwa para pemain sirkus diperlakukan seperti keluarga sendiri, dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberian uang saku mingguan. Tony juga menegaskan bahwa anak-anak yang bergabung dalam sirkusnya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk panti asuhan, dan dirawat dengan baik.

Taman Safari Indonesia (TSI) turut terseret dalam kasus ini, namun membantah memiliki keterkaitan bisnis maupun hukum dengan OCI. Kepala Media dan Digital TSI, Finky Santika, menegaskan bahwa Taman Safari Indonesia Group adalah badan usaha yang independen dan tidak terafiliasi dengan pihak yang dimaksud.

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyatakan keprihatinannya atas kasus ini dan mendorong semua pihak untuk terbuka dan jujur dalam memberikan keterangan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyarankan agar pihak OCI dan mantan pemain sirkus melakukan mediasi untuk mencari solusi terbaik.

Pada tanggal 15 April 2025, para mantan pemain OCI menemui Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) untuk mendorong pembentukan tim pencari fakta. Mereka berharap agar pemerintah dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan atas pelanggaran HAM yang mereka alami.

Meskipun kasus ini telah berlangsung selama puluhan tahun, para mantan pemain sirkus tetap berharap agar pihak perusahaan memenuhi tuntutan mereka dan memberikan kompensasi atas eksploitasi dan penganiayaan yang mereka alami. Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya perlindungan terhadap hak-hak pekerja dan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam dunia hiburan.

Rapat antara pengelola OCI dan mantan pemain sirkus diadakan di Komisi III DPR pada tanggal 21 April 2025. Sahroni memberikan waktu satu minggu bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan. Jika tidak, kasus ini akan dilanjutkan melalui proses hukum.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Dugaan eksploitasi dan kekerasan terhadap mantan pemain sirkus OCI.
  • Bantahan dari pihak OCI dan TSI.
  • Upaya mediasi dan pembentukan tim pencari fakta.
  • Harapan para mantan pemain sirkus untuk mendapatkan keadilan.

Kasus ini masih terus bergulir dan akan terus dipantau oleh publik dan pemerintah.

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap eksploitasi sirkus oci empat fakta kelam di balik layar dalam news, indonesia ini hingga selesai Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi Anda tetap bersemangat dan perhatikan kesehatanmu. Ayo sebar informasi baik ini kepada semua. semoga artikel berikutnya bermanfaat. Terima kasih.

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.