• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Emas Berkilau di Tengah Badai Selat Hormuz: Target USD 3.450!

img

Beritajitu.net Halo bagaimana kabar kalian semua? Pada Hari Ini saya ingin membedah Business, News, Indonesia, Dunia yang banyak dicari publik. Artikel Terkait Business, News, Indonesia, Dunia Emas Berkilau di Tengah Badai Selat Hormuz Target USD 3450 lanjut sampai selesai.

    Table of Contents

Pada tanggal 23 Juni 2025, pasar global dihadapkan pada potensi gejolak harga emas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Analis pasar, Ibrahim, menyoroti kemungkinan eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, Eropa, dan Israel, yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

Kekhawatiran utama adalah dampak perang terhadap inflasi global. Jika Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pengiriman minyak, diblokade seperti yang diusulkan oleh parlemen Iran, harga minyak bisa meroket. Hal ini, ditambah dengan berkurangnya ekspor minyak Iran akibat konflik, akan memberikan tekanan signifikan pada harga emas.

Ibrahim memprediksi harga emas berpotensi melonjak hingga USD 3.450 per ons. Pemicunya adalah serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir di Iran, yang semakin memperburuk hubungan antara Iran dan Israel, terutama setelah keterlibatan mantan Presiden AS Donald Trump dalam konflik tersebut.

Meskipun harga emas spot sempat stabil di USD 3.369,63 per ons pada perdagangan Jumat, level terendah sejak 12 Juni, permintaan terhadap aset safe haven dan pembelian oleh bank sentral tetap tinggi. Carsten Menke, analis dari Julius Baer, menekankan bahwa permintaan yang kuat ini akan memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas di level saat ini.

Pasar saat ini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait ketegangan geopolitik ini. Potensi penutupan Selat Hormuz menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah harga emas dalam beberapa waktu mendatang. Investor dan pelaku pasar perlu memantau situasi dengan cermat untuk mengantisipasi perubahan harga dan mengambil keputusan investasi yang tepat.

Demikianlah emas berkilau di tengah badai selat hormuz target usd 3450 telah saya bahas secara tuntas dalam business, news, indonesia, dunia Terima kasih atas dedikasi Anda dalam membaca selalu berinovasi dalam karir dan jaga kesehatan diri. Bantu sebarkan dengan membagikan ini. Terima kasih

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.