Harga Minyak Dunia Meroket? Iran Ancam Tutup Hormuz!
Beritajitu.net Assalamualaikum semoga hari ini menyenangkan. Dalam Blog Ini aku mau berbagi pengalaman seputar Business, News, Indonesia, Dunia yang bermanfaat. Artikel Ini Menawarkan Business, News, Indonesia, Dunia Harga Minyak Dunia Meroket Iran Ancam Tutup Hormuz Jangan berhenti di tengah jalan
- 1.1. USD 110 per barel
Table of Contents
Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Israel dan Iran telah memicu kekhawatiran serius di pasar energi global. Parlemen Iran baru-baru ini menyetujui penutupan Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak dunia, yang semakin memperburuk situasi.
Goldman Sachs memperingatkan bahwa gangguan signifikan pada lalu lintas maritim di Selat Hormuz dapat menyebabkan lonjakan harga minyak dan gas alam. Analis memprediksi harga minyak Brent bisa mencapai USD 110 per barel jika pasokan minyak melalui selat tersebut berkurang setengahnya selama sebulan dan tetap turun 10% selama 11 bulan berikutnya.
Reaksi pasar terhadap serangan terbaru tidak sekuat saat Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Namun, seorang Analis Energi Senior dari MST Marquee, Saul Kavonic, memperingatkan bahwa pasar dapat mengalami gangguan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa minggu mendatang, bahkan lebih parah dari guncangan harga minyak pada tahun 2022 setelah perang Ukraina.
Goldman Sachs juga menyoroti bahwa pasar prediksi menunjukkan probabilitas 52% Iran menutup Selat Hormuz pada tahun 2025. Penurunan pasokan Iran sebesar 1,75 juta barel per hari dapat mendorong harga minyak mentah Brent ke puncak sekitar USD 90 per barel.
Dalam skenario lain, bank tersebut memperkirakan bahwa penurunan pasokan minyak Iran sebesar 1,75 juta barel per hari selama enam bulan, diikuti oleh pemulihan bertahap, dapat mendorong harga minyak mentah Brent ke puncak pada USD 90 per barel sebelum jatuh ke kisaran USD 60-an pada tahun 2026.
Meskipun demikian, Goldman Sachs percaya bahwa insentif ekonomi, termasuk bagi AS dan China, akan kuat untuk mencegah gangguan yang berkelanjutan dan sangat besar di Selat Hormuz.
Analis JPMorgan mengingatkan bahwa episode perubahan rezim di masa lalu di wilayah tersebut dapat mendorong harga minyak naik hingga 76% dan rata-rata menguat 30%. Sementara itu, Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menuturkan bahwa jika Iran secara selektif mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, harga minyak berpotensi menyentuh USD 100 per barel.
Secara keseluruhan, pasar energi global menghadapi periode volatilitas yang tinggi akibat ketegangan geopolitik yang meningkat. Dampak penuh dari situasi ini masih belum pasti, tetapi jelas bahwa harga minyak dan gas alam dapat mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang.
Begitulah uraian komprehensif tentang harga minyak dunia meroket iran ancam tutup hormuz dalam business, news, indonesia, dunia yang saya berikan Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi banyak orang tetap bersemangat dan perhatikan kesehatanmu. Mari sebar informasi ini agar bermanfaat. Sampai bertemu lagi
✦ Tanya AI