• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Istana Tegaskan Tarif Trump: Bukan karena BRICS!

img

Beritajitu.net Semoga keberkahan menyertai setiap langkahmu. Pada Kesempatan Ini mari kita diskusikan News, Indonesia yang sedang hangat. Pemahaman Tentang News, Indonesia Istana Tegaskan Tarif Trump Bukan karena BRICS Baca tuntas untuk mendapatkan gambaran sepenuhnya.

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa keanggotaan penuh Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS tidak terkait dengan pengenaan tarif impor sebesar 32% oleh Amerika Serikat (AS). Tarif ini, yang diumumkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah Indonesia.

Prasetyo menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor ini sebenarnya sudah diberlakukan jauh sebelum Indonesia secara resmi menjadi anggota BRICS. Ia menambahkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena dampak kebijakan ini. Jika diperhatikan, tarif impor ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia, ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, [Tanggal Kejadian Jika Ada].

Tim negosiator Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, terus berupaya melakukan negosiasi dengan pemerintah AS. Tujuan utama dari negosiasi ini adalah untuk meninjau kembali kebijakan tarif impor dan mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Kita berharap kebijakan pemerintah Amerika Serikat dapat ditinjau kembali sehingga memberikan keuntungan bagi perdagangan kita, kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, pengenaan tarif impor ini didasarkan pada pertimbangan keadilan, dengan fokus pada defisit perdagangan AS dengan negara-negara lain. Namun, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa tidak ada korelasi langsung antara keanggotaan BRICS dan pengenaan tarif tersebut. Menurut pendapat kami, sesungguhnya tidak ada kaitannya. Saya pikir enggak ada hubungannya, tegasnya.

Meskipun belum ada jadwal pasti, Prasetyo mengungkapkan kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan bertemu dengan Trump untuk membahas dan menegosiasikan tarif impor ini. Pemerintah Indonesia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang konstruktif dan adil bagi kedua belah pihak.

Tarif impor sebesar 32% ini rencananya akan dikenakan kepada sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, Myanmar, Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Indonesia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand. Pemberlakuan tarif ini sempat tertunda dan diharapkan ada solusi terbaik melalui negosiasi yang sedang berlangsung.

Inti dari pernyataan Mensesneg adalah: Keanggotaan Indonesia di BRICS tidak memicu tarif impor AS. Pemerintah terus bernegosiasi untuk mencari solusi terbaik.

Pemerintah Indonesia optimis dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan dengan AS terkait tarif impor ini.

Terima kasih telah membaca seluruh konten tentang istana tegaskan tarif trump bukan karena brics dalam news, indonesia ini Terima kasih atas perhatian Anda selama membaca kembangkan jaringan positif dan utamakan kesehatan komunitas. Jika kamu merasa terinspirasi Terima kasih telah membaca

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.