Krisis Gas Mengintai, PHK Massal Industri di Depan Mata!
Beritajitu.net Bismillahirrahmanirrahim salam sejahtera untuk kalian semua. Sekarang saya akan mengulas berbagai hal menarik tentang Business, News, Indonesia, Dunia. Artikel Yang Fokus Pada Business, News, Indonesia, Dunia Krisis Gas Mengintai PHK Massal Industri di Depan Mata Simak baik-baik setiap detailnya sampai beres.
- 1.1. 21 Agustus 2025
Table of Contents
Jakarta, 21 Agustus 2025 - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait potensi gangguan pasokan gas yang dapat berimbas negatif pada kelangsungan bisnis industri oleokimia. Bahkan, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) membayangi akibat penurunan aktivitas produksi.
Ketua Umum Apolin, Norman Wibowo, mengungkapkan keprihatinannya atas rencana penurunan pasokan gas dengan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Menurutnya, kondisi ini akan semakin memperburuk situasi, mengingat porsi pasokan gas untuk industri oleokimia saat ini sudah sangat terbatas.
Norman menjelaskan bahwa utilisasi industri telah mengalami penurunan pada Semester I-2025 akibat berkurangnya pasokan gas murah ke sektor oleokimia. Ia menekankan bahwa gas bumi bukan hanya sumber energi, tetapi juga komponen krusial dalam pembuatan gas hidrogen yang tak tergantikan.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, sebelumnya memprediksi bahwa kekurangan pasokan gas di Jawa Barat dan sebagian Sumatera akan berlanjut hingga Desember 2025. Komaidi mencatat, tanpa tambahan pasokan, defisit gas di Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat pada Agustus 2025 mencapai 130,90 BBTUD.
Norman berharap pemerintah dapat turun tangan mengatasi masalah ini dan memastikan alokasi gas murah untuk industri disalurkan secara konsisten sesuai Kepmen 76.K/MG.01/MEM.M/2025. Ia meyakini bahwa implementasi regulasi ini akan mendukung program hilirisasi dan ketahanan industri nasional.
Lebih lanjut, Norman mengingatkan bahwa kelanjutan kondisi ini dapat memaksa pengusaha untuk mengambil langkah PHK. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan perusahaan agar tidak tumbang akibat penurunan produksi yang disebabkan oleh pasokan gas yang merosot.
Komaidi menambahkan bahwa kekurangan pasokan gas di beberapa wilayah Indonesia disebabkan oleh penurunan produksi gas oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pergeseran jadwal tambahan pasokan gas. Ia memperkirakan defisit gas di Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat selama September hingga Desember 2025 dapat mencapai 566,70 BBTUD.
Sebagai informasi, dari total 1.600 HGBT yang tersedia, lebih dari 50% atau sekitar 900 MMSCFD dialokasikan untuk BUMN seperti PLN dan Pupuk Indonesia. Sisa pasokan gas HGBT yang dialokasikan untuk perusahaan swasta sangat kecil.
PT PGN Tbk berencana untuk fokus pada utilisasi gas bumi untuk domestik melalui pengembangan dan kombinasi infrastruktur pipa dan beyond pipeline.
Demikianlah informasi seputar krisis gas mengintai phk massal industri di depan mata yang saya bagikan dalam business, news, indonesia, dunia Jangan lupa untuk membagikan pengetahuan ini kepada orang lain tetap fokus pada tujuan dan jaga kebugaran. Jika kamu peduli Sampai jumpa lagi
✦ Tanya AI