Kunto Bimo Borobudur: Kisah Mitos yang Tersembunyi di Balik Candi.
Beritajitu.net Hai semoga kamu selalu dikelilingi orang-orang baik. Di Blog Ini mari kita bahas keunikan dari Travel, Indonesia, Trens, Dunia yang sedang populer. Artikel Yang Menjelaskan Travel, Indonesia, Trens, Dunia Kunto Bimo Borobudur Kisah Mitos yang Tersembunyi di Balik Candi baca sampai selesai.
Table of Contents
Sejak tahun 2016, Balai Konservasi Borobudur telah memberlakukan larangan bagi pengunjung untuk menyentuh dan menaiki stupa di Candi Borobudur. Langkah ini diambil sebagai upaya pelestarian candi Buddha terbesar di dunia tersebut, mengingat adanya mitos yang berpotensi merusak situs bersejarah ini.
Larangan ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan untuk lebih menghargai nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang terkandung dalam Candi Borobudur. Kondisi stupa yang telah berusia lebih dari 1200 tahun, sejak abad ke-8 Masehi, memerlukan perhatian khusus agar tetap lestari.
Baru-baru ini, kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Brigitte Macron ke Candi Borobudur pada tanggal 29 Mei 2025, menjadi sorotan. Kunjungan ini bersamaan dengan pemasangan stairlift atau alat bantu tangga di candi, yang memicu beragam reaksi dari berbagai pihak.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan bahwa stairlift tersebut rencananya akan dibangun secara permanen. Pihaknya juga memastikan bahwa pemasangan dilakukan tanpa menggunakan baut, untuk menghindari kerusakan pada struktur candi.
Namun, pemasangan stairlift ini menuai pro dan kontra. Forum Aktivis Buddhis Dharmapala Nusantara, misalnya, secara tegas menolak, dengan alasan bahwa Candi Borobudur bukanlah tempat untuk uji coba teknologi yang berpotensi merusak kesakralan dan keutuhan candi.
Aktor dan budayawan Butet Kartaredjasa juga menyampaikan penolakan serupa. Menurutnya, penambahan fasilitas seperti stairlift kurang tepat untuk situs budaya yang juga merupakan tempat ibadah umat Buddha. Pembatasan pengunjung di area tertentu selama ini sudah dilakukan untuk menjaga kesucian tempat ibadah.
Antropolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Feby Triady, berpendapat bahwa pemasangan stairlift di Borobudur seharusnya tidak terjadi karena dapat merusak estetika dan nilai peribadatan candi. Namun, ia menambahkan bahwa jika fasilitas tersebut khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan lansia, maka hal itu dapat dipertimbangkan lebih lanjut.
Perdebatan mengenai stairlift di Candi Borobudur menyoroti pentingnya keseimbangan antara upaya pelestarian, aksesibilitas, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan keagamaan yang terkandung dalam situs warisan dunia ini.
Demikianlah kunto bimo borobudur kisah mitos yang tersembunyi di balik candi telah saya uraikan secara lengkap dalam travel, indonesia, trens, dunia Jangan lupa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat cari peluang baru dan jaga stamina tubuh. Ayo sebar kebaikan dengan membagikan ini kepada orang lain. Terima kasih
✦ Tanya AI