Nakhoda Fiskal Baru: Terjalnya Ekonomi Menanti Purbaya Yudhi.
Beritajitu.net Selamat datang di blog saya yang penuh informasi terkini. Pada Edisi Ini mari kita telusuri Economy, News, Indonesia, Dunia yang sedang hangat diperbincangkan. Catatan Artikel Tentang Economy, News, Indonesia, Dunia Nakhoda Fiskal Baru Terjalnya Ekonomi Menanti Purbaya Yudhi Marilah telusuri informasinya sampai bagian penutup kata.
- 1.1. Warisan Sri Mulyani
Table of Contents
Pada tanggal 8 September 2025, Purbaya Yudhi Sadewa terlihat mengunjungi kantor Kementerian Keuangan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menandai era baru kepemimpinan fiskal Indonesia.
Ekonom Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta menyoroti pergantian Menteri Keuangan sebagai momen krusial dalam kebijakan ekonomi. Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal dengan kehati-hatiannya dalam mengelola keuangan negara, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Warisan Sri Mulyani adalah disiplin fiskal yang kuat, menjaga defisit anggaran tetap terkendali bahkan di tengah gejolak ekonomi global. Namun, muncul kritik bahwa kebijakan fiskal yang ketat membatasi ruang gerak untuk industrialisasi dan program-program prioritas.
Purbaya Yudhi Sadewa, dengan latar belakang sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, membawa pengalaman dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Modal ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan dalam menghadapi dinamika pasar dan risiko pembiayaan APBN.
Achmad Nur Hidayat menekankan bahwa Purbaya harus mampu meningkatkan rasio pajak secara bertahap dan kredibel. Tanpa peningkatan penerimaan negara, setiap peningkatan belanja untuk program-program pro-rakyat akan berdampak pada defisit anggaran atau meningkatkan biaya pembiayaan.
Tantangan Purbaya sebagai Menteri Keuangan tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga merancang kebijakan fiskal yang efektif untuk meningkatkan penerimaan, mengarahkan belanja, dan mengendalikan utang. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan internasional dan mendukung stabilitas nilai tukar serta arus investasi.
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Relevansi disiplin fiskal yang diwariskan Sri Mulyani akan diuji ketika kebutuhan belanja sosial dan produktif semakin meningkat. Purbaya harus mampu menyeimbangkan antara kehati-hatian dan akselerasi.
Kebijakan insentif pajak yang tepat sasaran, depresiasi dipercepat untuk mesin ramah lingkungan, kredit pajak untuk investasi hijau, dan penyederhanaan bea masuk pada komponen kunci menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini menjadi sorotan utama, dengan harapan Purbaya Yudhi Sadewa dapat membawa angin segar dan strategi inovatif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Begitulah nakhoda fiskal baru terjalnya ekonomi menanti purbaya yudhi yang telah saya bahas secara lengkap dalam economy, news, indonesia, dunia Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda semua selalu berinovasi dalam pembelajaran dan jaga kesehatan kognitif. silakan share ke temanmu. jangan lewatkan artikel lain yang bermanfaat di bawah ini.
✦ Tanya AI