Nepal Bergejolak: Hotel Mewah Diserbu, Setahun Beroperasi!
Beritajitu.net Bismillah semoga hari ini membawa berkah untuk kita semua. Pada Kesempatan Ini mari kita bahas keunikan dari Lifestyle, News, Indonesia, Trends yang sedang populer. Tulisan Yang Mengangkat Lifestyle, News, Indonesia, Trends Nepal Bergejolak Hotel Mewah Diserbu Setahun Beroperasi Mari kita bahas selengkapnya hingga paragraf terakhir.
Table of Contents
Gelombang demonstrasi besar melanda Nepal sejak Agustus 2025, dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke 26 platform media sosial populer, termasuk Instagram, WhatsApp, dan YouTube. Aksi protes ini juga dipicu oleh isu korupsi yang merajalela dan tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda.
Perdana Menteri K.P. Sharma Oli terpaksa mengundurkan diri pada 9 September 2025, sehari setelah 19 demonstran tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan. Jumlah korban tewas kini mencapai 34 orang, dengan lebih dari 1.300 lainnya mengalami luka-luka.
Kemarahan massa tidak hanya tertuju pada gedung-gedung pemerintahan seperti parlemen, kantor perdana menteri, dan Mahkamah Agung, tetapi juga menyasar hotel-hotel mewah di Kathmandu. Para demonstran mengecam gaya hidup mewah para elite politik yang kontras dengan kondisi ekonomi yang sulit bagi sebagian besar masyarakat Nepal.
Beberapa hotel bintang lima, termasuk Kathmandu Hilton dan Hyatt Regency, menjadi sasaran amukan massa. Kathmandu Hilton, yang baru dibuka pada Juli 2024, hancur akibat kebakaran. Semua tamu dan staf hotel berhasil dievakuasi dengan selamat. Hyatt Regency, yang terletak dekat Stupa Boudhanath, juga mengalami kerusakan. Hotel tersebut akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Menurut Bhushan Rane, manajer kantor depan Hyatt Regency, bangunan itu dirusak oleh para pengunjuk rasa. Juru bicara Hilton menyatakan bahwa properti mereka ditutup akibat kerusakan yang terjadi. Penilaian menyeluruh terhadap bangunan akan dilakukan.
Gerakan protes ini didominasi oleh generasi Z, yang memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk mengorganisir aksi mereka. Unggahan-unggahan yang menunjukkan gaya hidup mewah anak-anak para pemimpin politik semakin memicu kemarahan publik.
Balaram KC, seorang pensiunan hakim Mahkamah Agung, menilai bahwa aksi protes ini merupakan wujud frustrasi masyarakat terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Ribuan warga Nepal, terutama anak muda, terpaksa mencari pekerjaan di luar negeri karena kurangnya lapangan kerja di dalam negeri.
Meskipun para pemimpin gerakan protes Gen Z mengecam aksi pembakaran dan menyalahkan penyusup, para analis melihat bahwa peristiwa ini mencerminkan meningkatnya kekecewaan terhadap ketimpangan kekayaan dan korupsi di kalangan elite politik Nepal.
Salah satu anggota parlemen, Bajgain, menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri dan menyampaikan simpati kepada para demonstran Gen Z.
Begitulah nepal bergejolak hotel mewah diserbu setahun beroperasi yang telah saya bahas secara lengkap dalam lifestyle, news, indonesia, trends Selamat mengembangkan diri dengan informasi yang didapat selalu berinovasi dalam pembelajaran dan jaga kesehatan kognitif. Bagikan postingan ini agar lebih banyak yang tahu. Terima kasih
✦ Tanya AI