• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Paylater Melejit: Berkah Inklusi atau Jeratan Kelas Menengah?

img

Beritajitu.net Dengan nama Allah semoga kalian selalu berbahagia. Pada Kesempatan Ini aku mau membahas keunggulan Business, News, Indonesia, Dunia yang banyak dicari. Artikel Ini Menawarkan Business, News, Indonesia, Dunia Paylater Melejit Berkah Inklusi atau Jeratan Kelas Menengah Ikuti penjelasan detailnya sampai bagian akhir.

Pada 14 Mei 2025, Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, menyampaikan pandangannya mengenai fenomena paylater di Indonesia. Menurutnya, layanan ini merupakan inovasi finansial yang menawarkan alternatif pembiayaan di luar jalur perbankan konvensional.

Josua menyoroti adanya tren penyusutan kelas menengah dalam lima tahun terakhir, yang mengindikasikan penurunan pendapatan riil masyarakat. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk menggunakan tabungan sehari-hari, atau yang dikenal dengan istilah makan tabungan.

Meskipun paylater memberikan kemudahan akses bagi konsumen untuk menunda pembayaran, Josua menekankan pentingnya menelaah tujuan penggunaan layanan ini. Apakah untuk kebutuhan primer dan produktif, atau sekadar konsumtif dan tersier?

Beliau juga mewaspadai potensi risiko kredit yang memburuk, terutama jika layanan paylater digunakan oleh kelas menengah yang terdampak PHK di industri padat karya.

Data dari OJK per Maret 2025 menunjukkan total utang masyarakat Indonesia melalui layanan Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai Rp 22,78 triliun. Hal ini menggarisbawahi perlunya kehati-hatian dalam penggunaan layanan ini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Berikut adalah tabel yang menggambarkan poin-poin penting yang disampaikan oleh Josua Pardede:

Aspek Penjelasan
Inovasi Finansial Paylater sebagai alternatif pembiayaan.
Tren Ekonomi Penyusutan kelas menengah dan penurunan pendapatan riil.
Tujuan Penggunaan Pentingnya membedakan antara kebutuhan primer/produktif dan konsumtif/tersier.
Risiko Kredit Potensi memburuknya risiko kredit, terutama bagi korban PHK.
Data OJK Total utang paylater mencapai Rp 22,78 triliun per Maret 2025.

Demikian uraian lengkap mengenai paylater melejit berkah inklusi atau jeratan kelas menengah dalam business, news, indonesia, dunia yang saya sajikan Jangan lupa untuk membagikan pengetahuan ini kepada orang lain cari inspirasi dari alam dan jaga keseimbangan hidup. Jika kamu setuju semoga konten lainnya juga menarik. Terima kasih.

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.