• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Perang Dagang AS-China: Industri Lebih Terguncang dari Konflik Bersenjata?

img

Beritajitu.net Selamat membaca semoga mendapatkan ilmu baru. Dalam Waktu Ini aku mau berbagi cerita seputar Business, News, Indonesia, Dunia yang inspiratif. Catatan Penting Tentang Business, News, Indonesia, Dunia Perang Dagang ASChina Industri Lebih Terguncang dari Konflik Bersenjata, Simak baik-baik hingga kalimat penutup.

Jakarta, 26 Juni 2025 - Ilham Akbar Habibie menyoroti bahwa perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi tantangan signifikan bagi industri global dan Indonesia. Menurutnya, konflik non-fisik ini, sama halnya dengan perang di Ukraina dan ketegangan Iran-Israel, memiliki dampak yang luas.

Ilham menjelaskan bahwa perang dagang ini menghambat pasokan global dan meningkatkan harga produk manufaktur. Ketergantungan global pada komponen elektronik dan alat industri dari Tiongkok menyebabkan banyak negara, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan dalam efisiensi biaya produksi.

Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam perang dagang, efek domino dari terhambatnya rantai pasok dan kenaikan harga produk teknologi serta bahan baku tetap dirasakan. Sehingga harganya karena supply daripada produk-produk itu sudah berkurang, ujar Ilham dalam wawancara dengan Liputan6.com.

Akibatnya, biaya produksi melonjak, yang berpotensi berdampak pada efisiensi industri dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Namun, Ilham menekankan bahwa inflasi di Indonesia masih relatif stabil. Bahkan, Indonesia sempat mengalami deflasi di awal tahun, meskipun hanya sementara.

Selain perang fisik dan non-fisik, digitalisasi juga menjadi tantangan besar yang memengaruhi struktur ketenagakerjaan. Transformasi digital meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia di beberapa bidang. Salah satu penyebabnya adalah digitalisasi, betul itu merupakan tantangan buat semua industri, tutup Ilham.

Ringkasan Dampak Perang Dagang AS-China:

AspekDampak
Pasokan GlobalTerhambat
Harga Produk ManufakturMeningkat
Biaya ProduksiMelonjak
Kebutuhan Tenaga KerjaBerpotensi Menurun

Begitulah perang dagang aschina industri lebih terguncang dari konflik bersenjata yang telah saya ulas secara komprehensif dalam business, news, indonesia, dunia Terima kasih atas kepercayaan Anda pada artikel ini tetap konsisten mengejar cita-cita dan perhatikan kesehatan gigi. Jika kamu suka semoga artikel lainnya juga bermanfaat. Sampai jumpa.

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.