• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pintar Kelola Uang: Bebas Pinjol, Utang Konsumtif Tuntas!

img

Beritajitu.net Bismillah semoga hari ini istimewa. Di Momen Ini saya ingin berbagi tips dan trik mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia. Artikel Yang Fokus Pada Economy, News, Indonesia, Dunia Pintar Kelola Uang Bebas Pinjol Utang Konsumtif Tuntas Simak artikel ini sampai habis

    Table of Contents

Pinjaman online (pinjol) telah menjadi bagian dari kehidupan finansial digital di Indonesia. Kemudahan akses seringkali menjerat banyak orang, terutama untuk kebutuhan konsumtif.

Perencana Keuangan, Andy Nugroho, memberikan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dan mencegahnya di masa depan. Identifikasi seluruh pinjaman adalah langkah awal. Catat detail seperti jumlah pinjaman, bunga, denda, dan tanggal jatuh tempo.

Prioritaskan pinjaman yang harus dilunasi terlebih dahulu. Andy menyarankan untuk bernegosiasi dengan pihak pinjol untuk mendapatkan skema pembayaran yang lebih ringan jika kesulitan membayar.

“Cara ini bisa meringankan beban dibandingkan terus-menerus membayar bunga pinjol yang tinggi,” kata Andy.

Jika beban cicilan terlalu berat, pertimbangkan menjual aset yang tidak terlalu dibutuhkan atau meminjam dari keluarga atau teman tanpa bunga.

Andy menekankan pentingnya menghentikan pengambilan pinjol baru jika sudah terlilit utang.

Banyak orang menggunakan pinjol karena dorongan emosional atau keinginan sesaat. Contohnya, membeli barang karena gengsi atau mengikuti tren. Andy mencontohkan renovasi rumah hanya karena ingin menyaingi tetangga.

“Misalnya, seseorang melihat tetangganya merenovasi rumah dan merasa tidak mau kalah. Akhirnya, dia nekat mengambil pinjol untuk memperbaiki rumahnya juga, padahal sebenarnya rumahnya masih dalam kondisi layak,” ungkapnya.

Andy menekankan pentingnya fokus pada pelunasan utang yang sudah ada. Cicilan utang idealnya tidak boleh melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan.

Sejumlah penyedia pinjol legal menawarkan opsi restrukturisasi cicilan bagi peminjam yang kesulitan keuangan.

Setelah berhasil keluar dari jeratan pinjol, ubah kebiasaan keuangan agar tidak kembali terjebak dalam pola konsumtif. Evaluasi pengeluaran dan bangun kebiasaan menabung.

“Oleh karena itu, evaluasi pola pengeluaran dan membangun kebiasaan menabung menjadi langkah yang sangat penting setelah lepas dari utang pinjol,” ia menambahkan.

Andy juga menekankan bahwa mengambil pinjol untuk barang konsumtif menambah beban finansial yang tidak perlu. Barang yang dibeli mungkin tidak penting, tetapi cicilan dan bunga harus tetap dibayar.

Menyelesaikan utang saja tidak cukup. Ubah pola pikir dan kebiasaan konsumtif agar tidak terjerat pinjol lagi.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan pintar kelola uang bebas pinjol utang konsumtif tuntas dalam economy, news, indonesia, dunia ini sampai akhir Selamat menggali lebih dalam tentang topik yang menarik ini tetap fokus pada tujuan hidup dan jaga kesehatan spiritual. Silakan share kepada rekan-rekanmu. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Berita Jitu Update Berita Terbaru dan Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.