BPOM Waspada: Produk Ilegal Ancam Kesehatan, Mengapa?
Beritajitu.net Assalamualaikum semoga kita selalu dalam kebaikan. Sekarang saya akan mengulas cerita sukses terkait Economy, News, Indonesia, Dunia., Ulasan Artikel Seputar Economy, News, Indonesia, Dunia BPOM Waspada Produk Ilegal Ancam Kesehatan Mengapa Pastikan kalian menyimak seluruh isi artikel ini ya.
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan kekhawatiran serius terkait potensi lonjakan peredaran produk ilegal jika anggaran mereka pada tahun 2026 tidak memadai. Pemangkasan anggaran yang signifikan dikhawatirkan akan melemahkan pengawasan dan penegakan hukum, yang pada gilirannya dapat mengancam kesehatan masyarakat dan stabilitas industri dalam negeri.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam RDP dengan Komisi IX DPR pada 4 September 2025, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran hingga 87% dari target pengawasan akan membuka celah bagi produk obat, makanan, dan kosmetik ilegal untuk beredar luas tanpa terkendali. Ia menekankan bahwa dengan anggaran yang minim, intensitas pengawasan di lapangan akan menurun drastis, meningkatkan risiko masalah kesehatan akibat konsumsi produk berbahaya.
Selain pengawasan teknis, pemangkasan anggaran juga akan menghambat kinerja penegakan hukum di sektor obat dan makanan. Tanpa anggaran yang memadai, tindak lanjut laporan masyarakat, penyelesaian berkas perkara, hingga penyidikan kasus tidak dapat dijalankan secara maksimal. Bahkan, Deputi Penindakan Badan POM dilaporkan tidak mendapat alokasi anggaran sama sekali untuk tahun depan.
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa anggaran minim akan berdampak pada tugas BPOM dalam melaksanakan sertifikasi, registrasi, dan tugas penting lainnya. Ia menyoroti bahwa penurunan target penyidikan dari 182 ribu menjadi hanya sekitar 31 ribu kasus menunjukkan potensi kelumpuhan total dalam penindakan pelanggaran.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menciptakan persaingan tidak sehat, di mana produk ilegal dengan harga murah akan mengalahkan industri yang patuh pada aturan. Pelaku usaha lokal yang berkomitmen pada standar kualitas dapat tersisih karena kalah bersaing dari produk abal-abal, yang pada akhirnya akan menurunkan daya saing produk dalam negeri di pasar lokal maupun internasional.
BPOM mengusulkan penambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 2,60 triliun untuk mengatasi masalah ini. Taruna Ikrar menegaskan bahwa penegakan hukum sangat krusial untuk memberikan efek jera terhadap pelaku usaha nakal. Tanpa pengawasan dan pendampingan yang memadai, perdagangan produk ilegal atau berbahaya akan meningkat, mengancam praktik berusaha yang adil, keberlangsungan industri dalam negeri, dan stabilitas ekonomi.
Pada 13 September 2024, Taruna Ikrar juga sempat menyinggung bahwa kosmetik telah menjadi kebutuhan primer dan mendukung pengusaha kecil untuk melakukan toll manufacturing. Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas, upaya ini juga bisa terhambat.
Tabel: Dampak Pemangkasan Anggaran BPOM
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Pengawasan | Peningkatan peredaran produk ilegal |
| Penegakan Hukum | Penurunan jumlah penyidikan dan penindakan |
| Industri Dalam Negeri | Persaingan tidak sehat dan penurunan daya saing |
| Kesehatan Masyarakat | Peningkatan risiko masalah kesehatan akibat produk berbahaya |
Begitulah penjelasan mendetail tentang bpom waspada produk ilegal ancam kesehatan mengapa dalam economy, news, indonesia, dunia yang saya berikan Silakan eksplorasi topik ini lebih jauh lagi selalu berpikir ke depan dan jaga kesehatan finansial. Mari sebar kebaikan ini kepada semua. lihat artikel menarik lainnya di bawah ini.
✦ Tanya AI